Pengusaha dan Penguasa Miskin - ANEH rasanya bila kita mendengar ada pengusaha dan penguasa yang miskin. Tapi itulah kenyataannya. Kemiskinan merajalela di negeri yang malas ini hingga banyak melahirkan pengusaha dan penguasa yang miskin.
Mengapa pengusaha dan penguasa bisa miskin? Tentu bisa, karena mereka menyukainya. Mereka memiliki asset harta dimana-mana tapi mereka miskin asset kebaikan.
Kerbau dan Anjing
Di suatu siang yang menyengat, ketika surya membakar seluruh permukaan bumi, seekor kerbau berjalan gontai di tanah tandus dalam keadaan lapar. Tubuhnya sangat kurus, karena susah mendapat makanan di masa kemarau panjang yang seakan tak bertepi. matanya mengerjap ngerjap di tengah keputus asaan hidup. Perih di perut akibat cakaran singa yang ingin memangsanya menambah lengkap penderitaan. Nasibnya sedikit beruntung karena sang singa hanya sendirian dan kerbau berhasil meloloskan diri meski harus terluka.
Kedurjaan sang kerbau tampak berubah ketika dia menemukan setumpuk rumput segar. Tapi di atas rumput tersebut ada seekor anjing yang tengah bermalas-malasan diatasnya. Dengan rendah hati sang kerbau meminta rumput tersebut pada sang anjing.
“Wahai anjing,” ujarnya,”bolehkah aku makan rumput yang ada dibawah tempat kau berbaring? Aku kelaparan dan sangat membutuhkannya.”
Sang anjing sedikit menggerakan tubuhnya dan berucap. “Tidak…. Tidak boleh, Aku sedang menikmati hidup ini. “ katanya. Kembali sang Anjing bermalas-malasan menikmati hidup.
Begitulah kisah seekor kerbau dan anjing.
Berapa anjing yang tidak memperkenankan kenikmatan yang dimiliknya untuk hewan lain? Hewan yang benar-benar membutuhkan, sedangkan kenikmatan itu sendiri sebenarnya tidak terlalu bermanfaat untuk dirinya sendiri?
Berapa orang pengusaha dan penguasa yang menyimpan hartanya berlimpah sedangkan sebenarnya dia tidak terlalu membutuhkannya? Berapa orang miskin yang tercekik dan sangat membutuhkan uluran bantuan?
Pengusaha dan penguasa menikmati hidup. Bermalas-malasan di atas tumpukan harta, di atas puluhan juta orang miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Beberapa tanda kemiskinan Pengusaha:
– Tidak sanggup mendermakan asetnya meski hanya 2,5% dalam satu tahun.
– Tidak pernah merasa cukup dan selalu merasa kekurangan
Beberapa tanda kemiskinan Penguasa
– Senang mengemis pada dana dari negeri yang sudah miskin ini untuk memenuhi kemewahan hidupnya dan hidup keluarganya.
– Senang mengemis pada rakyat untuk memilihnya jadi pemimpin
Umar bin Abdul Aziz adalah bangsawan dari Bani Umayah bergelimang harta dan kemewahan. Konon, awalnya dia juga salah satu pesolek. Bahkan hanya karena bersolek, bersisir dan memakai wewangian, dia sampai tertinggal salat berjamaah. Ketika beliau diangkat menjadi khalifah (pemimpin), kehidupannya berubah drastis, sangat sederaha. Ketika beliau ditanya mengapa meninggalkan segala kemewahan dan kemapanan hidup, beliau menjawab. “Sekarang standar kehidupanku adalah rakyatku.”
Kekayaan materi Umar bin Abdul Aziz dengan asset berlimpah disempurnakan oleh kekayaan imateri dengan asset kebaikan.
Semoga BERMANFAAT
Sumber: Sudah Tahukah Anda?
0 Response to "Pengusaha dan Penguasa Miskin (?)"
Post a Comment